
Waktu di sekolah pendek
Anak pulang setelah beberapa jam belajar. Tanpa murojaah di rumah, ayat yang baru dihafal cepat memudar.
Pohon Hudhud menemani anak mengulang hafalan Juz 30 di HP atau tablet orang tua. Setiap ayat yang dilantunkan, Hudhud naik satu dahan sampai bertemu ayah dan ibunya di puncak pohon.

“Aplikasi nya sangat membantu R. jd lebih senang & semangat murojaah karena ada gambar² lucu nya”Wali santri BaTaTsa · lihat videonya ↓





Anak pulang setelah beberapa jam belajar. Tanpa murojaah di rumah, ayat yang baru dihafal cepat memudar.

Tidak semua ayah dan ibu yakin bacaannya cukup baik untuk membenarkan hafalan anak.

Mengulang ayat yang sama berkali-kali terasa berat kalau tidak ada yang membuatnya ingin melanjutkan.
Pohon Hudhud versi ringkas, memakai murottal anak Metode Ummi, data waktu, dan gerak yang sama dengan aplikasinya. Hudhud meloncat sekali setiap suku kata, mengikuti bacaan. Ajak anak menirukan.
Di aplikasi, daun emas di pohon baru muncul setelah hafalan disimak ustadz atau ustadzah. Memutar audio saja tidak cukup.
Rekaman dan pesan berikut dikirim oleh orang tua dan ustadzah setelah santri mencoba aplikasinya.
Wali santri, kepada ustadzahUstadzah, aplikasi nya sangat membantu R. jd lebih senang & semangat murojaah karena ada gambar² lucu nya
Pesan untuk SamAssalamualaikum
Alhamdulillah..anak2 senang pakainya mas sam
↪ DiteruskanmaasyaaAllah, keren… baarakallah fiikum
↪ Diteruskanini aplikasinya ga abal2 lho, bagus
Pesan WhatsApp asli, ditulis ulang apa adanya. Nama anak disingkat untuk menjaga privasi.
Semua bagian memakai satu sumber suara yang sama, sehingga bunyi yang didengar anak di setiap tahap konsisten.

Anak lebih mudah mengingat huruf yang bunyinya sudah ia kenal. Karena itu, bacaan berangkat dari kata yang sudah ia lantunkan setiap hari.

Metode Jembatan SAIF disusun oleh Saiful Islam (Sam Ipoel). Cukup lima unit baru per hari; kenaikan tahap (sukun, mad, tanwin, dan seterusnya) dilakukan setelah diperiksa ustadzah.
Pilih ayat, lalu ketuk nama hukumnya. Contoh ini memakai Al-Ikhlas; di aplikasi, detektor bekerja untuk ayat-ayat Juz 30.
Hukum dibaca dengan anggapan ayat dibaca bersambung dan berhenti di akhir ayat. Bacaan anak tetap disimak dan dibenarkan oleh ustadz atau ustadzah.

Daun emas di pohon dan kenaikan tahap membaca hanya terjadi setelah disimak manusia. Penilaian otomatis hanya alat bantu.

Murottal dipotong menurut penyelarasan fonem, dengan selisih rata-rata sekitar dua perseratus detik. Bunyi «bi» yang didengar anak benar-benar bunyi «bi» dari bacaan gurunya.
Hudhud melangkah pada harakat pendek dan melompat lebih tinggi pada mad. Jumlah ketukan 1, 2, 4, atau 6 tampil di atas kepalanya.
Bacaan dan tulisan yang sudah dikuasai muncul lagi sesudah 1, 2, 4, lalu 7 hari, sebelum mulai terlupa.
Tanpa akun dan tanpa iklan. Setelah terbuka tidak butuh internet. Catatan kemajuan hanya tersimpan di HP itu sendiri.
Dari bunyi yang dikenal ke huruf. Bunyi dan bentuk tertaut dalam ingatan (pemetaan ortografis), maka bacaan berangkat dari hafalan.
Menulis tangan menguatkan pengenalan huruf. Anak prasekolah yang belajar huruf dengan menulis tangan lebih baik mengenalinya daripada dengan mengetik.
Contoh bernomor, lalu menulis dari ingatan. Kombinasi ini paling efektif untuk penulis pemula.
Menelusuri dengan jari membantu anak memahami dan mengingat bentuk.
Bantuan dikurangi bertahap, dari contoh tebal ke titik-titik ke kotak kosong.
Mengingat kembali dengan jeda makin panjang membuat ingatan bertahan lebih lama.
Umpan balik segera dan spesifik. «Titiknya di bawah» lebih berguna daripada «salah».
Tahapan imla': salin, lihat lalu tulis, dengar lalu tulis.
Aplikasi dirancang untuk sesi singkat yang didampingi, di HP atau tablet orang tua. Bukan untuk ditinggal sendirian bersama anak.
Pilih surah, atur ulangan 1×, 3×, atau 5×. Anak menirukan bacaan, Hudhud naik dahan demi dahan.
Satu putaran Jembatan SAIF. Orang tua menilai: lancar, terbata, atau belum. Jadwal ulangan menyesuaikan.
Satu huruf atau kata yang sudah dibaca. Setelah bisa di layar, ajak anak menulis tiga kali di buku bergaris.
Juz 30, dari An-Naba sampai An-Nas, dengan murottal anak Metode Ummi.
Tidak. Semua murottal dan gambar ada dalam satu berkas sekitar 50 MB. Setelah terbuka sekali, aplikasi bisa dipakai tanpa internet.
Tidak. Catatan kemajuan tersimpan di peramban HP itu. Kalau data peramban dihapus atau aplikasi dibuka di HP lain, kemajuan mulai lagi dari awal.
Aplikasi dirancang untuk didampingi orang tua atau ustadzah. Pendamping yang menyimak bacaan dan memberi penilaian.
Bisa. Aplikasinya dibuka di peramban (browser), jadi jalan di HP Android, iPhone, maupun tablet.
Tidak. Daun emas di pohon dan kenaikan tahap membaca hanya terjadi setelah hafalan disimak ustadz atau ustadzah.
Tidak ada. Aplikasi juga tidak meminta akun atau data anak.
Buka Pohon Hudhud di HP atau tablet Anda, pilih surah yang sedang dihafal anak, lalu murojaah bersama malam ini.