BaTaTsa Bumi Tahfidz Qur'an · Juz 30

Hafalan anak lancar di sekolah. Di rumah, murojaah jadi petualangan.

Pohon Hudhud menemani anak mengulang hafalan Juz 30 di HP atau tablet orang tua. Setiap ayat yang dilantunkan, Hudhud naik satu dahan sampai bertemu ayah dan ibunya di puncak pohon.

Murottal anak Metode UmmiHafal → baca → tulisTanpa akun, tanpa iklan

“Aplikasi nya sangat membantu R. jd lebih senang & semangat murojaah karena ada gambar² lucu nya”Wali santri BaTaTsa · lihat videonya ↓

Layar pembuka aplikasi BaTaTsa: Hudhud dan teman-temannya di rumah pohon
Yang sering terjadi

Hafalan tumbuh di sekolah, lalu layu di rumah.

Waktu di sekolah pendek

Anak pulang setelah beberapa jam belajar. Tanpa murojaah di rumah, ayat yang baru dihafal cepat memudar.

Orang tua ragu menyimak

Tidak semua ayah dan ibu yakin bacaannya cukup baik untuk membenarkan hafalan anak.

Anak cepat bosan

Mengulang ayat yang sama berkali-kali terasa berat kalau tidak ada yang membuatnya ingin melanjutkan.

Coba sekarang

Murojaah Al-Ikhlas bersama Hudhud.

Pohon Hudhud versi ringkas, memakai murottal anak Metode Ummi, data waktu, dan gerak yang sama dengan aplikasinya. Hudhud meloncat sekali setiap suku kata, mengikuti bacaan. Ajak anak menirukan.

112 · Al-Ikhlas4 ayat · murottal anak Metode Ummi
Siap
Hudhud menunggu di bawah pohon.Basmalah dibaca dari tanah, lalu Hudhud naik satu dahan setiap ayat.
Ulangi tiap ayat
harakat pendek mad · 2 ketukan mad 'aridh · 2–6

Di aplikasi, daun emas di pohon baru muncul setelah hafalan disimak ustadz atau ustadzah. Memutar audio saja tidak cukup.

Dari rumah santri BaTaTsa

Anak-anak sudah memakainya di rumah.

Rekaman dan pesan berikut dikirim oleh orang tua dan ustadzah setelah santri mencoba aplikasinya.

Murojaah di Pohon Hudhud1:42
Menulis dengan jari
Belajar sambil tengkurap

Wali santri, kepada ustadzahUstadzah, aplikasi nya sangat membantu R. jd lebih senang & semangat murojaah karena ada gambar² lucu nya

Pesan untuk SamAssalamualaikum
Alhamdulillah..anak2 senang pakainya mas sam

↪ DiteruskanmaasyaaAllah, keren… baarakallah fiikum

↪ Diteruskanini aplikasinya ga abal2 lho, bagus

Pesan WhatsApp asli, ditulis ulang apa adanya. Nama anak disingkat untuk menjaga privasi.

Isi aplikasi

Ayat yang sudah dihafal menjadi jembatan untuk membaca dan menulis.

Semua bagian memakai satu sumber suara yang sama, sehingga bunyi yang didengar anak di setiap tahap konsisten.

Hafal→Baca→Tulis
Layar Pohon Hudhud: Hudhud di dahan dengan tanda mad 6 ketukan

Metode Jembatan SAIF

Dari hafalan ke bacaan, dalam empat langkah.

Anak lebih mudah mengingat huruf yang bunyinya sudah ia kenal. Karena itu, bacaan berangkat dari kata yang sudah ia lantunkan setiap hari.

Metode Jembatan SAIF disusun oleh Saiful Islam (Sam Ipoel). Cukup lima unit baru per hari; kenaikan tahap (sukun, mad, tanwin, dan seterusnya) dilakukan setelah diperiksa ustadzah.

Detektor Tajwid

Warna yang menunjukkan cara membaca.

Pilih ayat, lalu ketuk nama hukumnya. Contoh ini memakai Al-Ikhlas; di aplikasi, detektor bekerja untuk ayat-ayat Juz 30.

Al-Ikhlas · Basmalah

Hukum dibaca dengan anggapan ayat dibaca bersambung dan berhenti di akhir ayat. Bacaan anak tetap disimak dan dibenarkan oleh ustadz atau ustadzah.

Layar Detektor Tajwid di aplikasi
Kenapa bisa dipercaya

Alat bantu yang menghormati peran guru dan orang tua.

Ustadzah tetap pemegang kunci

Daun emas di pohon dan kenaikan tahap membaca hanya terjadi setelah disimak manusia. Penilaian otomatis hanya alat bantu.

Suara presisi per suku kata

Murottal dipotong menurut penyelarasan fonem, dengan selisih rata-rata sekitar dua perseratus detik. Bunyi «bi» yang didengar anak benar-benar bunyi «bi» dari bacaan gurunya.

Panjang-pendek bisa dilihat

Hudhud melangkah pada harakat pendek dan melompat lebih tinggi pada mad. Jumlah ketukan 1, 2, 4, atau 6 tampil di atas kepalanya.

Ulangan diatur otomatis

Bacaan dan tulisan yang sudah dikuasai muncul lagi sesudah 1, 2, 4, lalu 7 hari, sebelum mulai terlupa.

Ringan dan menjaga privasi

Tanpa akun dan tanpa iklan. Setelah terbuka tidak butuh internet. Catatan kemajuan hanya tersimpan di HP itu sendiri.

Dasar ilmiah dan rujukan

Dari bunyi yang dikenal ke huruf. Bunyi dan bentuk tertaut dalam ingatan (pemetaan ortografis), maka bacaan berangkat dari hafalan.

Menulis tangan menguatkan pengenalan huruf. Anak prasekolah yang belajar huruf dengan menulis tangan lebih baik mengenalinya daripada dengan mengetik.

Contoh bernomor, lalu menulis dari ingatan. Kombinasi ini paling efektif untuk penulis pemula.

Menelusuri dengan jari membantu anak memahami dan mengingat bentuk.

Bantuan dikurangi bertahap, dari contoh tebal ke titik-titik ke kotak kosong.

Mengingat kembali dengan jeda makin panjang membuat ingatan bertahan lebih lama.

Umpan balik segera dan spesifik. «Titiknya di bawah» lebih berguna daripada «salah».

Tahapan imla': salin, lihat lalu tulis, dengar lalu tulis.

  1. Berninger, V. W., dkk. (1997). Treatment of handwriting problems in beginning writers. Journal of Educational Psychology, 89(4), 652–666.
  2. Cepeda, N. J., dkk. (2006). Distributed practice in verbal recall tasks. Psychological Bulletin, 132(3), 354–380.
  3. Ehri, L. C. (2005). Learning to read words: Theory, findings, and issues. Scientific Studies of Reading, 9(2), 167–188.
  4. Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81–112.
  5. Hu, F.-T., Ginns, P., & Bobis, J. (2015). Getting the point: Tracing worked examples enhances learning. Learning and Instruction, 35, 85–93.
  6. James, K. H., & Engelhardt, L. (2012). The effects of handwriting experience on functional brain development in pre-literate children. Trends in Neuroscience and Education, 1(1), 32–42.
  7. Longcamp, M., Zerbato-Poudou, M.-T., & Velay, J.-L. (2005). The influence of writing practice on letter recognition in preschool children. Acta Psychologica, 119(1), 67–79.
  8. Renkl, A., & Atkinson, R. K. — riset tentang pengurangan bantuan bertahap (fading worked examples).
  9. Roediger, H. L., & Karpicke, J. D. — riset tentang efek mengingat kembali (testing effect).
Cara memakai

Sepuluh sampai lima belas menit, di pangkuan ayah atau ibu.

Aplikasi dirancang untuk sesi singkat yang didampingi, di HP atau tablet orang tua. Bukan untuk ditinggal sendirian bersama anak.

Menit 1–5

Murojaah

Pilih surah, atur ulangan 1×, 3×, atau 5×. Anak menirukan bacaan, Hudhud naik dahan demi dahan.

Menit 5–10

Membaca

Satu putaran Jembatan SAIF. Orang tua menilai: lancar, terbata, atau belum. Jadwal ulangan menyesuaikan.

Menit 10–15

Menulis

Satu huruf atau kata yang sudah dibaca. Setelah bisa di layar, ajak anak menulis tiga kali di buku bergaris.

Pertanyaan orang tua

Yang biasa ditanyakan.

Surah apa saja yang tersedia?

Juz 30, dari An-Naba sampai An-Nas, dengan murottal anak Metode Ummi.

Perlu internet terus?

Tidak. Semua murottal dan gambar ada dalam satu berkas sekitar 50 MB. Setelah terbuka sekali, aplikasi bisa dipakai tanpa internet.

Perlu membuat akun?

Tidak. Catatan kemajuan tersimpan di peramban HP itu. Kalau data peramban dihapus atau aplikasi dibuka di HP lain, kemajuan mulai lagi dari awal.

Boleh dipakai anak sendirian?

Aplikasi dirancang untuk didampingi orang tua atau ustadzah. Pendamping yang menyimak bacaan dan memberi penilaian.

Bisa di HP dan tablet?

Bisa. Aplikasinya dibuka di peramban (browser), jadi jalan di HP Android, iPhone, maupun tablet.

Apakah menggantikan ustadzah?

Tidak. Daun emas di pohon dan kenaikan tahap membaca hanya terjadi setelah hafalan disimak ustadz atau ustadzah.

Ada iklan di dalam aplikasi?

Tidak ada. Aplikasi juga tidak meminta akun atau data anak.

Bawa pulang suasana halaqah ke ruang keluarga.

Buka Pohon Hudhud di HP atau tablet Anda, pilih surah yang sedang dihafal anak, lalu murojaah bersama malam ini.

Untuk TPQ, rumah tahfidz, dan sekolahIngin memakainya untuk santri di lembaga Anda? Ngobrol langsung lewat WhatsApp, pesan pembukanya sudah kami siapkan. Lihat paket untuk bisnis & Program Mitra → Program CSR untuk perusahaan → Hadiah murojaah untuk anak karyawan →